Cari Blog Ini

Jumat, 09 Desember 2011

GERONTIK


TEORI BIOLOGIS
1.       Teori Mutasi Somatik (Error Theory)          
Terjadinya Mutasi Yang Progresif  Pada DNA Sel Somatik Akan Menyebabkan Terjadinya Penurunan Kemampuan Fungsional Sel Tersebut.
   Salah Satu Hipotesis Yang Berhubungan Dengan Mutasi Sel Somatik Adalah Hipotesis “ Error Catastrophe: “ Menua Disebabkan Oleh Kesalahan-kesalahan Yang Terjadi Dalam Proses Transkripsi (Sintesis DNA     RNA) Maupun Translasi (RNA     Protein/Enzim).
Kesalahan Yang Beruntun Sepanjang Kehidupan Dan Dalam Waktu Yang Cukup Lama Menyebabkan Fungsi Sistem Tubuh Tidak Dalam Tingkat Yang Optimal”

2.       Teori Radikal Bebas
Radikal Bebas Adalah Suatu Molekul/Atom Dengan Suatu Elektron Dalam Orbitnya Di Lingkaran Luar.
Radikal Bebas Merupakan Bioproduk Dari Metabolisme. Bioproduk Ini Tidak Stabil, Aktif Agresif Dan Merusak  Membran Sel, Jika Terakumulasi Jumlahnya Menjadi Lebih Banyak. Tubuh Menghasilkan Antioksidan Untuk Menangkal Radikal Bebas Ini         

3.       Teori Cross-linkage  
Seiring Dengan Bertambahnya Usia, Beberapa Protein Dalam Tubuh Akan Saling Bertautan.
↓ 
Aktivitas Metabolik Yang Normal Tidak Terjadi, Sisa-sisa Metabolisme Tertumpuk Dalam Sel
↓
Jaringan Tidak Dapat Berfungsi Secara Optimal (Hayflick, 1996)

4.       Teori Wear and Tear
Sinar Matahari Yang Berlebihanà Kulit Kering, Tipis, Berkerut Dan Cepat Tua
Pelman :
Penuaan Pada Manusia Adalah Suatu “Syndrom Penyakit” Yang Timbul Dari Hasil Perjuangan Antara Stress Lingkungan Dengan Pertahanan Biologis Dan Adaptasi Relatif Dari Agen-agen Stresor (Polusi Udara, Kimia, Peristiwa Psikologis Dan Sosial)

5.       Programmed Aging Theory
Disebut Juga : Hayflick Limit Theory/ Biological Clock/ Cellular Aging/Genetic Theory .
Kehidupan Organisme Diprogram Melalui Gennya, Yg Mengontrol Sepanjang Hidup Manusia (Hershey)
Menua Telah Terprogram Secara Genetik Untuk Spesies Tertentu. Hayflick Dan Moorehead Menyatakan Bahwa Pengontrolan Genetik Umur Dikontrol Dalam Tingkat Seluler (Hayflick, 1996)

6.       Teori Immunitas

   Perubahan-perubahan Terjadi Dalam Sistem Imun, Terutama Pada T-limfosit Sebagai Hasil Dari Penuaan.
↓
   Perubahan-perubahan Itu Menyebabkan Individu Lebih Rentan Terhadap Penyakit (Phipps, Sands, Marek, 1999)

TEORI PSIKOLOGIS
1.       Teori Hierarki Kebutuhan Manusia Maslow
Tiap Individu Memiliki Kebutuhan Dasar Internal Yang Memotivasi Seluruh Perilakunya (Maslow).
Motivasi Manusia Dipandang Sebagai Suatu Hierarki Kebutuhan Yang Penting Untuk Pertumbuhan Dan Perkembangannya. Individu-individu Adalah Partisipan Aktif Dalam Kehidupannya, Yang Berusaha Untuk Mencapai Aktualisasi Diri (Carson, Arnold)

2.       Teori Individualisme Jung
Menurut Carl Jung (1996) Seorang Ahli Psikologi Swiss, Perkembangan Terjadi Sepanjang Kehidupan Manusia, Terutama Manusia Dewasa, Dengan Self Realization Sebagai Tujuan Dari Perkembangan Kepribadian.
Sebagai Seorang Lansia, Individu Mempunyai Kemampuan Untuk Berubah Menjadi Seseorang Yang Lebih Religius.

3.       Teori Delapan Tahap Perkembangan Erickson
Menurut Erik Erikson, Setiap Manusia Akan Melewati Delapan Tahap Perkembangan Dengan Tugas-tugasnya Selama Hidupnya. Individu Harus Melewati Setiap Tahapan Itu Sebelum Melanjutkan Ke Tahap Berikutnya.
Tahap Perkembangan Pada Usila :
                                   Ego Integrity Vs Despair
  
4.       Peck’s Expansion of Erikson Theory
Peck Memperluas Teori Erikson Dan Lebih Memfokuskan Pada Tahap Perkembangan Berikutnya.
3 Tahap Perkembangan Yang Dapat Di Identifikasi Pada Lansia Adalah :
   - Ego Diffrentiation Vs Work Role Preoccupation
   - Body Transcendence Vs Body Preocupation
   - Ego Transcencence Vs Ego Preoccupation

5.       Teori Selektif Optimisasi dengan Kompensasi
Kapasitas Fisik Menurun Sejalan Dengan Bertambahnya Usia.
Lansia Berhasil Mengkompensasi Defisit Tersebut Melalui Seleksi, Optimisasi Dan Kompensasi (Schroots, 1996)

6.       Teori Tugas Perkembangan Havighurst
Later Maturity Adalah Istilah Yang Digunakan Oleh Havighurst  Untuk Lansia
Tugas Dari Later Maturity Ini Adalah Disengagement/ Pelepasan

TEORI SOSIOLOGIS
1.       Teori Pelepasan (Disengagement Theory)
Penarikan Diri Individu Usia Lanjut Dari Masyarakat Atau Sebaliknya Adalah Suatu Keadaan Yang Tak Mungkin Dielakan Dan Menimbulkan Penurunan Interaksi Diantara Keduanya. Inisiatif Penarikan Diri Dapat Muncul Dari Individu Dan Atau Masyarakat (Cumming, Henry,)

2.       Teori Aktivitas

Individu Membutuhkan Suatu Kegiatan Untuk Tetap Aktif Pada Usia Lanjut. Aktivitas Penting Untuk Mencapai Kepuasan Hidup Dan Konsep Diri Yang Positif (Havighurst, Neugarten, Tobin,)
Kepuasan Hidup Usia Lanjut Akan Timbul Bila Yang Bersangkutan Mempertahankan Aktivitas Sosial Pada Tingkat Optimum (Watson)
Aktivitas à  Fisik Atau Intelektual

3.       Teori Kontinuitas
Seorang Individu Akan Berespon Terhadap Penuaan Dengan Kepribadian Dan Penyesuaian Interpersonal Yang Sama 
↓

Kepribadian, Pilihan, Komitmen, Nilai-nilai, Kepercayaan Dan Semua Faktor Yang Berkontribusi Pada Kepribadiannya (Havighurst, Neugarten, Tobin, 1963)

4.       Teori Stratifikasi Usia
Society/Masyarakat Terdiri Dari Berbagai Kelompok Berdasarkan Tingkatan Usia.
Orang-orang Dan Peran Dalam Kelompok Ini Selalu Berubah Dan Saling Mempengaruhi Satu Sama Lain Sebagaimana Halnya Dalam Satu Kelompok Besar.
Interdependensi Tingkat Tinggi Terjadi Antara Kelompok Usia Lanjut Dengan Masyarakat (Riley, Johnson, Foner,)

5.       Teori Kesesuaian Manusia Dan Lingkungan (Person-environment Fit Theory)
Setiap Individu Memiliki Kemampuan Atau Kompetensi Pribadi Yang Membimbing Individu Untuk Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungannya.
Kompetensi Ini Akan Berubah Seiring Bertambahnya Usia Yang Akan Mempengaruhi Kemampuan Individu Untuk Berhubungan Dengan Lingkungannya. (Lawton)

ETIKA DALAM PELAYANAN GERIATRI
·         Empati
·         Otonomi  : Hak Menentukan Nasib Dan Mengemukakan Keinginanya
·         Keadilan
·         Kesungguhan hati
·         Partisipasi Klien Dalam Proses Pengambilan Keputusan & Pembuatan Keputusan (Tidak Ada Paksaan)
·         Penjelasan Yang Cukup Pada Klien Tentang Tindakan Atau Keputusan Yang Akan Diambil
·         Keputusan Dianggap Sah Bila Klien Secara Mental Dianggap Kapable
·         Aspek Etik Dapat Ditungkan Dalam Bentuk Hukum
Contoh: Informed Consent (Persetujuan Tindakan Medik)
·         Kapasitas Klien Dalam Pengambilan Keputusan Dibatasi Oleh Realitas Klinik (Depresi Berat, Tidak Sadar, Dementia)

UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 43 TAHUN 2004 Tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia
KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 93/M TAHUN 2005 Tentang Keanggotaan Komisi Nasional Lanjut Usia

DUKUNGAN SOSIAL PADA LANSIA
1.       Kerekatan Emosional (Emotional Attachment)
2.       Integrasi sosial (Social Integration)
3.       Adanya Pengakuan (Reanssurance of Worth)
4.       Ketergantungan yang dapat diandalkan ( Reliable Reliance)
5.       Bimbingan (Guidance)
6.       Kesempatan untuk mengasuh (Opportunity for Nurturance)

Klasifikasi berikut ini adalah lima klasifikasi pada lansia:
—  Pralansia (prasenilis), Seseorang yang berusia antara 45-59
—  Lansia, Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih
—  Lansia risiko tinggi, Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih/seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan (Depkes RI, 2003).
—  Lansia potensial,  Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan/atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa (Depkes RI, 2003).
—  Lansia tidak potensial, Lansia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain (Depkes RI, 2003).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar