TEORI BIOLOGIS
1.
Teori Mutasi Somatik (Error Theory)
Terjadinya
Mutasi Yang Progresif Pada DNA Sel
Somatik Akan Menyebabkan Terjadinya Penurunan Kemampuan Fungsional Sel
Tersebut.
Salah
Satu Hipotesis Yang Berhubungan Dengan Mutasi Sel Somatik Adalah Hipotesis “ Error
Catastrophe: “ Menua Disebabkan Oleh Kesalahan-kesalahan Yang Terjadi
Dalam Proses Transkripsi (Sintesis DNA
RNA) Maupun Translasi (RNA
Protein/Enzim).
Kesalahan
Yang Beruntun Sepanjang Kehidupan Dan Dalam Waktu Yang Cukup Lama Menyebabkan
Fungsi Sistem Tubuh Tidak Dalam Tingkat Yang Optimal”
2.
Teori Radikal Bebas
Radikal
Bebas Adalah Suatu Molekul/Atom Dengan Suatu Elektron Dalam Orbitnya Di
Lingkaran Luar.
Radikal
Bebas Merupakan Bioproduk Dari Metabolisme. Bioproduk Ini Tidak Stabil, Aktif
Agresif Dan Merusak Membran Sel, Jika
Terakumulasi Jumlahnya Menjadi Lebih Banyak. Tubuh Menghasilkan Antioksidan
Untuk Menangkal Radikal Bebas Ini
3.
Teori Cross-linkage
Seiring
Dengan Bertambahnya Usia, Beberapa Protein Dalam Tubuh Akan Saling Bertautan.
↓
Aktivitas
Metabolik Yang Normal Tidak Terjadi, Sisa-sisa Metabolisme Tertumpuk Dalam Sel
↓
Jaringan
Tidak Dapat Berfungsi Secara Optimal (Hayflick, 1996)
4.
Teori Wear and Tear
Sinar
Matahari Yang Berlebihanà Kulit
Kering, Tipis, Berkerut Dan Cepat Tua
Pelman
:
Penuaan
Pada Manusia Adalah Suatu “Syndrom Penyakit” Yang Timbul Dari Hasil Perjuangan
Antara Stress Lingkungan Dengan Pertahanan Biologis Dan Adaptasi Relatif Dari
Agen-agen Stresor (Polusi Udara, Kimia, Peristiwa Psikologis Dan Sosial)
5.
Programmed Aging Theory
Disebut
Juga : Hayflick Limit Theory/ Biological Clock/ Cellular Aging/Genetic Theory .
Kehidupan
Organisme Diprogram Melalui Gennya, Yg Mengontrol Sepanjang Hidup Manusia
(Hershey)
Menua
Telah Terprogram Secara Genetik Untuk Spesies Tertentu. Hayflick Dan Moorehead
Menyatakan Bahwa Pengontrolan Genetik Umur Dikontrol Dalam Tingkat Seluler
(Hayflick, 1996)
6.
Teori Immunitas
Perubahan-perubahan Terjadi Dalam Sistem
Imun, Terutama Pada T-limfosit Sebagai Hasil Dari Penuaan.
↓
Perubahan-perubahan Itu Menyebabkan Individu
Lebih Rentan Terhadap Penyakit (Phipps, Sands, Marek, 1999)
TEORI PSIKOLOGIS
1.
Teori Hierarki Kebutuhan Manusia Maslow
Tiap
Individu Memiliki Kebutuhan Dasar Internal Yang Memotivasi Seluruh Perilakunya
(Maslow).
Motivasi
Manusia Dipandang Sebagai Suatu Hierarki Kebutuhan Yang Penting Untuk
Pertumbuhan Dan Perkembangannya. Individu-individu Adalah Partisipan Aktif
Dalam Kehidupannya, Yang Berusaha Untuk Mencapai Aktualisasi Diri (Carson,
Arnold)
2.
Teori Individualisme Jung
Menurut
Carl Jung (1996) Seorang Ahli Psikologi Swiss, Perkembangan Terjadi Sepanjang
Kehidupan Manusia, Terutama Manusia Dewasa, Dengan Self Realization
Sebagai Tujuan Dari Perkembangan Kepribadian.
Sebagai
Seorang Lansia, Individu Mempunyai Kemampuan Untuk Berubah Menjadi Seseorang
Yang Lebih Religius.
3.
Teori Delapan Tahap Perkembangan Erickson
Menurut
Erik Erikson, Setiap Manusia Akan Melewati Delapan Tahap Perkembangan Dengan
Tugas-tugasnya Selama Hidupnya. Individu Harus Melewati Setiap Tahapan Itu
Sebelum Melanjutkan Ke Tahap Berikutnya.
Tahap
Perkembangan Pada Usila :
Ego
Integrity Vs Despair
4.
Peck’s Expansion of Erikson Theory
Peck
Memperluas Teori Erikson Dan Lebih Memfokuskan Pada Tahap Perkembangan
Berikutnya.
3
Tahap Perkembangan Yang Dapat Di Identifikasi Pada Lansia Adalah :
- Ego Diffrentiation Vs Work Role
Preoccupation
- Body Transcendence Vs Body Preocupation
- Ego Transcencence Vs Ego Preoccupation
5.
Teori Selektif Optimisasi dengan Kompensasi
Kapasitas
Fisik Menurun Sejalan Dengan Bertambahnya Usia.
Lansia
Berhasil Mengkompensasi Defisit Tersebut Melalui Seleksi, Optimisasi Dan
Kompensasi (Schroots, 1996)
6.
Teori Tugas Perkembangan Havighurst
Later
Maturity Adalah Istilah Yang Digunakan Oleh Havighurst Untuk Lansia
Tugas
Dari Later Maturity Ini Adalah Disengagement/ Pelepasan
TEORI SOSIOLOGIS
1.
Teori Pelepasan (Disengagement Theory)
Penarikan Diri Individu Usia Lanjut
Dari Masyarakat Atau Sebaliknya Adalah Suatu Keadaan Yang Tak Mungkin Dielakan
Dan Menimbulkan Penurunan Interaksi Diantara Keduanya. Inisiatif Penarikan Diri
Dapat Muncul Dari Individu Dan Atau Masyarakat (Cumming, Henry,)
2.
Teori Aktivitas
Individu
Membutuhkan Suatu Kegiatan Untuk Tetap Aktif Pada Usia Lanjut. Aktivitas
Penting Untuk Mencapai Kepuasan Hidup Dan Konsep Diri Yang Positif (Havighurst,
Neugarten, Tobin,)
Kepuasan
Hidup Usia Lanjut Akan Timbul Bila Yang Bersangkutan Mempertahankan Aktivitas
Sosial Pada Tingkat Optimum (Watson)
Aktivitas
à
Fisik Atau Intelektual
3.
Teori Kontinuitas
Seorang
Individu Akan Berespon Terhadap Penuaan Dengan Kepribadian Dan Penyesuaian
Interpersonal Yang Sama
↓
Kepribadian,
Pilihan, Komitmen, Nilai-nilai, Kepercayaan Dan Semua Faktor Yang Berkontribusi
Pada Kepribadiannya (Havighurst, Neugarten, Tobin, 1963)
4.
Teori Stratifikasi Usia
Society/Masyarakat
Terdiri Dari Berbagai Kelompok Berdasarkan Tingkatan Usia.
Orang-orang
Dan Peran Dalam Kelompok Ini Selalu Berubah Dan Saling Mempengaruhi Satu Sama
Lain Sebagaimana Halnya Dalam Satu Kelompok Besar.
Interdependensi
Tingkat Tinggi Terjadi Antara Kelompok Usia Lanjut Dengan Masyarakat (Riley,
Johnson, Foner,)
5.
Teori Kesesuaian Manusia Dan Lingkungan (Person-environment
Fit Theory)
Setiap
Individu Memiliki Kemampuan Atau Kompetensi Pribadi Yang Membimbing Individu
Untuk Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungannya.
Kompetensi
Ini Akan Berubah Seiring Bertambahnya Usia Yang Akan Mempengaruhi Kemampuan
Individu Untuk Berhubungan Dengan Lingkungannya. (Lawton)
ETIKA DALAM PELAYANAN GERIATRI
·
Empati
·
Otonomi : Hak Menentukan Nasib Dan Mengemukakan
Keinginanya
·
Keadilan
·
Kesungguhan hati
·
Partisipasi Klien Dalam Proses Pengambilan
Keputusan & Pembuatan Keputusan (Tidak Ada Paksaan)
·
Penjelasan Yang Cukup Pada Klien Tentang
Tindakan Atau Keputusan Yang Akan Diambil
·
Keputusan Dianggap Sah Bila Klien Secara
Mental Dianggap Kapable
·
Aspek Etik Dapat Ditungkan Dalam Bentuk Hukum
Contoh: Informed Consent (Persetujuan Tindakan
Medik)
·
Kapasitas Klien Dalam Pengambilan Keputusan
Dibatasi Oleh Realitas Klinik (Depresi Berat, Tidak Sadar, Dementia)
UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 1998
Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 43 TAHUN
2004 Tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia
KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 93/M TAHUN
2005 Tentang Keanggotaan Komisi Nasional Lanjut Usia
DUKUNGAN SOSIAL PADA LANSIA
1.
Kerekatan Emosional (Emotional Attachment)
2.
Integrasi sosial (Social Integration)
3.
Adanya Pengakuan (Reanssurance of Worth)
4.
Ketergantungan yang dapat diandalkan ( Reliable Reliance)
5.
Bimbingan (Guidance)
6.
Kesempatan untuk mengasuh (Opportunity for Nurturance)
Klasifikasi
berikut ini adalah lima klasifikasi pada lansia:
Pralansia (prasenilis), Seseorang yang berusia antara
45-59
Lansia, Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih
Lansia risiko tinggi, Seseorang yang berusia 70 tahun
atau lebih/seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan
(Depkes RI, 2003).
Lansia potensial,
Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan/atau kegiatan yang dapat
menghasilkan barang/jasa (Depkes RI, 2003).
Lansia tidak potensial, Lansia yang tidak berdaya mencari
nafkah, sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain (Depkes RI, 2003).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar